ABSTRAK
Hal yang diperlukan untuk
menunjang Sistem Informasi Akuntansi (SIA) terkomputerisasi yaitu database.
Alat yang biasa digunakan untuk merancang database adalah Entity Relationship Model
(Model E-R). Tetapi aturan penggambaran diagram yang tidak begitu jelas,
sehingga akan mempersulit dalam membentuk database. Model REA berasal dari
pengembangan Model E-R. Model REA efisien dalam pembentukan database.
Dalam tulisan ini dibahas Proses
Design Database, Diagram hubungan-entitas, Model REA, menyusun diagram REA, tahap-tahap
perancangan database dan peran serta akuntan, serta cara mengimplementasikan
Model REA ke database relasional.
Kata kunci: Database, Model
E-R, Model REA, SIA.
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Sistem Informasi Akuntansi terkomputerisasi dapat
menyajikan informasi keuangan dan non-keuangan dengan sangat mudah
karena didukung oleh database. Dengan adanya database, maka data dapat
terintegrasi, memudahkan pemakai data, duplikasi dapat dikurangi, format data
tidak tergantung pada aplikasi program, menyajikan informasi dengan bantuan
bahasa query.
REA
(Resource Event and Agent) merupakan
sebuah model bagaimana sistem akuntansi dapat
kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982
oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen.
REA merupakan model yang populer dalam sistem informasi akuntansi . Model REA
menghilangkan objek akuntansi yang tidak diperlukan dalam usia komputer. Yang
paling terlihat dari ini adalah debit dan kredit-double-entry
pembukuan menghilang dalam sistem REA. Banyak buku besar umum juga menghilang.
REA juga memperlakukan sistem akuntansi sebagai representasi
virtual bisnis yang sebenarnya. Dengan kata lain, menciptakan objek komputer
yang langsung mewakili benda nyata dunia bisnis. Objek nyata termasuk dalam
model REA adalah: Sumber daya
(Barang, jasa atau uang),Kejadian (Transaksi
bisnis atau perjanjian yang mempengaruhi sumber daya), Agen (Orang atau badan-badan manusia lain). Hal ini sangat kontras antara
objek dengan istilah akuntansi konvensional seperti aktiva atau kewajiban, yang
tidak terkait dengan objek dunia nyata.
Oleh karena itu pembahasan mengenai desain database sangatlah penting
yang tentunya dengan menggunakan
model data REA dan juga tentu implementasinya
dalam database relasional.
PEMBAHASAN
1.
Proses Desain Database
Proses desain database memiliki perancangan dan juga implementasi system
database dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya : mengidentifikasi kebutuhan informasi para
pemakai, pengembangan berbagai skema berbeda untuk sistem yang baru, pada tingkat
konseptual, eksternal dan internal, penerjemahan skema tingkat internal ke
struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam sistem
yang baru tersebut, mentransfer semua data dari sistem sebelumnya ke
database SIA yang baru.
2. Diagram
Hubungan-Entitas (Entity-Relationship)
Model
data pada Diagram Hubungan-Entitas harus menunjang Logical dan Physical
View data pemakai. Pemodelan data merupakan tugas yang paling penting dalam
pembuatan aplikasi database. Pemodelan data yang salah akan berakibat
perangkapan data dan database akan sulit untuk digunakan atau dikembangkan.
·
Hubungan antar entitas
Terdapat
kemungkinan tiga jenis dasar hubungan antar entitas.
1. Hubungan
satu-ke-satu (1:1)
2. Hubungan
satu-ke-banyak (1:N)
3. Hubungan banyak-ke-banyak
(M:N)
·
Jenis-jenis entitas
Entitas adalah segala sesuatu yang informasinya ingin
dikumpulkan dan disimpan.
Model data REA mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori yang
berbeda, yaitu :
1. Sumber daya
yang didapat dan dipergunakan oleh organisasi
2. Kegiatan
atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi
3. Pelaku yang
terlibat dalam kegiatan tersebut
Sumber daya adalah
hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi.Contohnya, seperti Kas, Persediaan
dan Peralatan.
Kegiatan adalah
berbagai aktivitas bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk
tujuan perencanaan dan pengendalian.Contohnya seperti Kegiatan penjualan dan
Kegiatan penerimaan kas.
Pelaku adalah
orang-orang dan juga organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya
ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi.Contohnya
seperti Pegawai dan Pelanggan.
3. Model data REA
Model REA adalah suatu alat pemodelan konseptual yang khusus dirancang
untuk melengkapi struktur dalam perancangan database SIA. Dalam model REA
ditentukan: entity apa yang harus disertakan dalam database SIA dan
bagaimana susunan relationship antara entity dalam database SIA. REA (Sumber daya, Data, Kegiatan) model data REA adalah sebuah alat
peraga berkonseptual pada bisnis mendasar sebuah rangkaian aktifitas
organisasi.
4.
Membangun
Diagram REA Untuk Satu Siklus Transaksi
Dalam rangka menyusun diagram REA diperlukan informasi
tentang: resource, aktivitas bisnis, agent dan kebijaksanaan
perusahaan. Informasi tersebut dapat diperoleh dengan mewawancarai pihak
manajemen. Karena aktivitas perencanaan, pengawasan, dan pengevaluasian yang
ditangani manajemen untuk setiap perusahaan berbeda. Untuk menggambarkan
diagram REA, kertas dibagi tiga kolom, satu kolom untuk setiap entity.
Gunakan kolom kiri untuk resource, kolom tengah untuk event, dan
kolom kanan untuk agent. Penggambaran event sebaiknya diurutkan
dari atas ke bawah berdasarkan urutan aktivitas. Langkah-langkah untuk menyusun
diagram REA suatu siklus transaksi adalah:
a)
Tentukan pasangan
aktivitas yang saling memberi dalam siklus tersebut. Model REA terdiri dari
sepasang event, satu menambah resource dan yang lain mengurangi resource.
Tentukan event-event bisnis yang perlu dimodelkan dalam siklus tersebut.
b)
Tentukan resource
yang dipengaruhi oleh event dan agent yang berpartisipasi
pada event tersebut. Setelah event ditentukan, resource yang
dipengaruhi oleh event tersebut ditentukan. Resource digambarkan
pada kolom resource. Kemudian gambarkan relationship antara entity
resource dengan entity event. Langkah selanjutnya menentukan agent
yang berpartisipasi dalam event. Akan selalu terdapat paling sedikit
satu internal agent dan external agent yang terlibat dalam event.
Gambarkan relationship untuk menunjukkan agent mana yang
berpartisipasi dalam event tertentu. Sedapat mungkin penggambaran agent
tidak ganda.
c)
Tetapkan cardinality
untuk setiap relationship. Cardinality yang ditentukan harus
mencerminkan perusahaan dan praktek bisnis yang dimodelkan.
5.
Mengimplementasikan
Diagram REA Dalam Database –Relasional
Diagram REA ini dapat dipergunakan untuk mendesain database relasional yang
terstruktur baik.Bahkan, membuat suatu rangkaian tabel berdasarkan diagram REA
secara otomatis akan menghasilkan database relasional yang terstruktur baik,
tanpa adanya masalah anomali pembaruan (update), penyisipan data (insert), dan
penghapusan (delete).
Mengimplementasikan diagram REA ke dalam database relasional melibatkan
proses tiga tahap, yaitu :
1.
Membuat
sebuah tabel untuk setiap entitas berbeda dan untuk setiap hubungan
banyak-ke-banyak
2.
Memberikan
atribut ke tabel yang tepat
3.
Menggunakan
kunci luar untuk mengimplementasikan hubungan satu-ke-satu dan hubungan
satu-ke-banyak.
KESIMPULAN
Proses desain database memiliki perancangan dan juga implementasi system
database dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya : mengidentifikasi kebutuhan informasi para
pemakai, pengembangan berbagai skema berbeda untuk sistem yang baru, pada tingkat
konseptual, eksternal dan internal, penerjemahan skema tingkat internal ke
struktur database sesungguhnya, yang akan diimplementasikan ke dalam sistem
yang baru tersebut, mentransfer semua data dari sistem sebelumnya ke
database SIA yang baru.
Model
REA adalah suatu alat pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk
melengkapi struktur dalam perancangan database SIA. Dalam model REA ditentukan:
entity apa yang harus disertakan dalam database SIA dan bagaimana
susunan relationship antara entity dalam database SIA. REA (Sumber
daya, Data, Kegiatan) model data REA adalah sebuah alat peraga berkonseptual
pada bisnis mendasar sebuah rangkaian aktifitas organisasi.
Ada empat
langkah dalam membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu,yaitu :
Identifikasi kegiatan pertukaran ekonomi, Identifikasi Sumber Daya dan Pelaku, Masukkan
Kegiatan Komitmen, Menetapkan kardinalitas hubungan.
Mengimplementasikan
diagram REA ke dalam database relasional melibatkan proses tiga tahap, yaitu :
1.
Membuat sebuah tabel untuk setiap
entitas berbeda dan untuk setiap hubungan banyak-ke-banyak,
2.
Memberikan atribut ke tabel yang
tepat dan
3.
Menggunakan kunci luar untuk
mengimplementasikan hubungan satu-ke-satu dan hubungan satu-ke-banyak.